>07: Hidup sekarang itu rumit

Aku melihat hidup si Ayam, lalu melihat siklus hidup binatang lain.

Lebah memungut nektar, Semut mengumpulkan getah, Burung menebarkan bibit, Kelelawar mengerumuni malam, Gajah menanam pohon, Harimau mengatur populasi habitat.

Semua binatang mempunyai tujuan yang sama: mencari makan dan tempat tinggal.

Apa yang membuatku takjub adalah bagaimana mereka menjaga harmoni. Selama jutaan tahun.

Lalu aku melihat Manusia.

Kita hidup dimana tak ada perang selama puluhan tahun terakhir, dimana semua orang mempunyai hak yang sama.

Akhirnya kita beruntung bisa hidup harmonis seperti binatang. Tapi Benarkah?


Aku membaca seorang Designer di Apple. Dia mempunyai gaji 150K US$ per Tahun. Namun dia menghabiskan waktu seumur karir hidupnya untuk bentuk panah didalam casing layar protektif disetiap produk Apple.

Dia sempatkan bertahun-tahun, mempunyai ribuan variasi dan menerima ratusan komentar, hanya untuk desain sebuah panah.

Aku membaca bahwa orang ini masih lebih baik daripada pejabat-pejabat hukum di Amerika.

Aku juga membaca bahwa Google merekrut beberapa orang IT hanya untuk mencari video porno di Youtube dan melaporkannya.

Banyak orang dibayar tinggi untuk berpikir keras daripada berkerja keras, dan begitu pula sebaliknya.


Kau tahu McDonalds sudah mendunia. Hampir setiap kota besar diseluruh dunia ada McDonalds.

McDonalds mempunyai 35 ribu toko dan 375 ribu karyawan.

Kau tahu berapa gaji karyawan (US) mereka dibayar per bulan? Rata-ratanya sekitar 2000 US$.

Tapi, kau tahu berapa McDonalds yang disajikan? 68 Juta orang per hari. Itu berarti 75 juta US$ per hari.

CEO (Pimpinan) McDonalds mempunyai gaji tahunan 1.1 Juta US$. Itu 400 kali lebih tinggi daripada karyawan mereka sendiri.

Bukan hanya McDonalds, ini juga berlaku untuk industri besar lainnya. Beberapa karyawan mereka dibayar kurang dari 1% dari apa yang CEO mereka dapatkan.


Aku membaca uang perkuliahan sedang naik hingga jutaan rupiah per mahasiswa. Tragisnya, pekerjaan yang mereka dapatkan kerap tidak menyaratkan sarjana, atau bahkan tak cukup untuk membayar biaya kuliah mereka sendiri.

Aku juga membaca bahwa ada orang yang berhutang hingga hari tuanya hanya untuk membayar uang kuliah yang belum lunas.

Penasaran bagaimana uang sebanyak itu dihabiskan?

PembangunanKuliah_anaktelkom.com

Saat bangunan itu selesai tentu mereka menaikkan biaya kuliah, dan menambah bangunan, dan begitu seterusnya.

Orang kaya tak peduli masalah ini dan orang miskin tak ingin mendengarnya.

Tentu masih banyak institut yang menawarkan uang kuliah murah, namun orang-orang anggap remeh mereka, alasannya karena mereka tempat buangan. Dan anggapan itu dianggap serius hampir semua orang.

Mengapa kita punya budaya sekejam itu?


Aku membaca bahwa sebagian besar orang menganggap bahwa sukses berarti mempunyai gaji besar dan bisa diraih dengan kerja keras.

Jadi mereka berambisi untuk mendapat kerja di tengah kota atau menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

OK. Masuk Akal. Pergi ke kota dan cari lowongan kerja. Disitu justru masalah dimulai.

Pertama, orang yang mempekerjakan anda belum percaya mereka, jadi gaji mereka dimulai kecil. Jadi mereka menghemat pengeluaran anda.

Tapi jika anda tahu bedanya harga bakso di kota dan di rumahan maka anda tahu masalahnya. Tak ada caranya mereka menghemat pengeluaran di kota yang ramai.

Andaikata mental mereka lemah bahkan majikan mempecat mereka, maka hidup mereka bisa berakhir menjadi orang buangan.

Pengemis_Surabayanews.co.id


Hmm.. Skenario kedua. Jadi PNS.

Aku tahu, Pekerjaan tetap, gaji tinggi dengan melayani masyarakat dan negara. Siapa yang tidak ingin seperti itu?

Ironisnya, hampir semua orang tidak tahu resiko dibelakang janji manis itu. Kau tahu kompetisi menjadi PNS sangat sulit.

Dan aku membaca jam kerja PNS adalah 8 jam per hari dan dimulai dari jam 7 pagi! Apakah mereka sempat membagi jam paginya dengan anak mereka?

Mari kita jujur. Guru sekarang lebih kompleks dari sekedar mengajar murid mereka. Mereka harus mengurusi ribuan skor murid mereka, dan itu diluar jam aktif mereka. Jadi secara kasar, mereka tentu bekerja lebih dari 8 jam per hari.

Bukankah itu sangat melelahkan? Bagaimana jika mereka tidak bisa membagi jam dengan baik? Bagaimana nasib keluarga mereka? Bagaimana mereka menyempatkan diri untuk bersantai dan memperbaiki diri?


Oh ya, selain guru, murid mereka juga terkena dampaknya. Hidup sudah rumit sejak umur mereka belasan tahun.

Hampir semua sekolah, bahkan sekolah dasar, menggunting 8 jam waktu mereka. Kita bahkan belum menjelaskan siswa yang mengikuti jam ekstra, full-day, bahkan banyaknya PR yang mereka kerjakan dimalam hari.

Mereka yang tidak mengikuti alur itu dianggap pemalas, sehingga mereka dihukum dan diancam. Padahal yang mereka lakukan hanyalah mengambil hak mereka, yaitu punya waktu untuk bermain dan berbagi antar teman, saudara dan keluarga mereka.

ChildSleeping_webmd.com.jpg

Apakah mereka tidak lelah bahkan depresi karena itu? Lagipula apa yang berubah setelah mereka menghabiskan ratusan jam disekolah?

Kita beritahu mereka untuk menanam pohon namun tidak mengajarkan bagaimana cara kita menanam pohon. Kita ajarkan mereka Majas, Trigonomi, Integral, Relativitas, Bioteknologi, Perbankan, dsb. bertahun-tahun sementara kita yakin 99% mereka tidak menggunakan itu untuk keperluan sehari-hari.


Dari semua kasus itu. Adakah yang mempersoalkan makanan atau tempat tinggal?

Ini adalah kasus modern dan kompleks yang terjadi disekitar kita. Topik diatas masih secuil dari masalah-masalah yang banyak orang alami namun sering diabaikan.

Beberapa orang tidak menyadari ini karena mereka terlalu santai atau sibuk pada dirinya sendiri.

Jadi bagaimana masalah-masalah itu terjadi?

Kita diajari saat kecil bahwa kebutuhan manusia tidak lebih dari pakaian, makanan, dan tempat tinggal. Jadi apa ini? Politik, Finansial, Keamanan?

Hidup itu terlalu singkat untuk masalah yang sangat beragam ini, dan tentu tidak membuat anda bahagia bahkan bersyukur sebagai orang yang hidup di muka bumi ini.

Sangat jarang ada orang yang jujur di zaman serba transparan ini. Jadi masalah-masalah itu tak akan bisa terselesaikan.

Aku berpikir, seandainya kita semua menghargai keluarga, kerabat dan teman diatas lainnya. Tentu dunia lebih sederhana dan manis.

Dunia itu lebih manis jika kehidupan kita sederhana.

Aku ingin kehidupanku sederhana.

Aku ingin menulis bagaimana kehidupanku bisa sederhana.

Jadi mari kita mulai dengan menulis dan mendengarkan musik …


Ini daftar reading saya kalau penasaran.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: