#08: Manajemen waktu yang rumit

Mungkin waktu adalah suatu hal yang rumit untuk dikelola.

Apa yang aku percaya tentang manajemen waktu adalah selalu fokus untuk mengerjakan satu hal dalam satu waktu, karena aku membaca kalau manusia tidak didesain untuk mengerjakan banyak tugas sekaligus.

Namun apa yang belum aku tahu adalah bagaimana membagi waktu jika banyak projek yang aku susun dan harus diselesaikan didepan mata.

Aku membaca salah satu enterepreneur seperti Elon Musk, karena dia memegang dua perusahaan besar sekaligus, maka apa yang dia lakukan adalah mengelola kedua perusahaan tersebut secara bergilir setiap saat ia mulai terasa jenuh.

Jadi itulah yang kulakukan. Aku tulis daftar projek yang tersedia, pilih yang kiranya saya sedang mood atau berniat dan melakukannya hingga selesai.

Kata ‘selesai’ itulah yang jadi permasalahannya, karena buat saya semua projek bisa dikembangkan secara tidak terbatas asalkan tidak kehabisan ide.

Salah satu contoh terburuk saya adalah bagaimana aku menyelesaikan projek minggu lalu yang membuatku mogok menulis selama lebih dari seminggu.

Diprojek yang aku kerjakan itu aku menulis sebuah program yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Aku sangat bersemangat bahkan programnya bisa berjalan dalam tiga hari.

Namun karena itu versi pertama dan masih bersemangat aku tetap saja lanjut, mempercepat algoritmanya, merapikan struktur program, membuat video & dokumentasi, dsb. hingga molor sampai sekarang.

Tanda bahwa projek itu selesai adalah saat aku mempublikasinya, dan sebenarnya bisa dihari ketiga namun menundanya hingga kemarin malam mungkin karena aku terlalu semangat dan khawatir.

Hal yang sama juga terjadi pada beberapa tulisan di blog ini, bahkan menghabiskan sehari penuh hanya mengejar target ‘jumlah kata’.

Aturan itu sepertinya merepotkan saya jadinya mulai dari sekarang aku biarkan saja itu, lagipula tak ada blogger peduli dengan itu (:


Dari beberapa kejadian itu aku harusnya lebih bisa untuk memanajemen waktu.

Aku tahu paling tidak masih jauh bendingan daripada orang lain, karena disaat liburan panjang ini kebanyakan teman (bahkan saudari saya) hanya bermalas-malasan dirumah, pikirku. Aku tipenya malas kalau diajak malas-malasan, dan karena alasan itu aku tidak membuka FB beberapa minggu ini, sangat jarang memakai HP buat kontak teman saya sekedar ‘lagi ngapain?’, dan terpaku didepan laptop sepanjang hari untuk menyelesaikan projek-projek yang kutunda selama ini.

Aku tidak tahu kalau apa yang kulakukan ini wajar? Banyak hal menajubkan yang kulakulan selama liburan ini namun aku tidak pergi kemana-mana. Memang benar banyak projek baru yang kukerjakan dan selesai namun…. aku percaya waktu yang dihabiskan bisa lebih efisien lagi.

Dan tentang aturan ini:

P_20170316_141839_

Ya, itu dinamakan prinsip pareto 20/80 namun aku belum menanggapinya serius hingga kutulis itu kembali dipikiran saya. Lain kali aku harus ingat kalau setiap kali target sudah terpenuhi, maka langsung publikasikan dan ganti projek!

Wupps. Mungkin anda bertanya mengapa tidak sekalian aja dilanjutkan dengan target yang lebih jauh? Well, contoh yang kujelaskan diatas itu salah satunya. Aku percaya itu dimanakan seorang yang perfectionist dan aku harusnya menjauh dari itu.

Lagipula, aku tahu kalau berganti projek itu membutuhkan waktu, namun berhenti sejenak lalu kembali lagi dengan pikiran jernih, aku percaya itu membuat saya merasa lebih produktif. Aku pikir itulah yang Elon Musk lakukan, beristirahat dari suatu pekerjaan dengan melakukan pekerjaan lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: