#09: Merevonualise Tangan Ajaib

Ada satu hal lagi yang selalu mencegah saya untuk menulis

Beberapa artikel disini dari awal sering menghabiskan waktu satu hari satu malam untuk menyelesaikannya.

Aku berkata “mengapa?”, Aku tak tahu, mungkin karena belum terbiasa.

“No Problem. Mari aku coba”.


Beberapa bulan kemudian. Masih juga terjadi hal demikian.

“Arrggh!”

Itu adalah batu yang mengganjal ambisiku untuk menulis.

Jangan tanya padaku mengapa aku masih belum menyerah. Aku menulis karena aku membaca banyak hal, dan tidak menulis membuat pikiranku melupakannya.

Saat aku membaca tapi tidak menulis, itu seperti masuk di kuping kanan dan keluar ditelinga kiri.

Contohnya saja hari ini, aku membaca bagaimana Nik belajar dengan efektif dengan hanya 4 langkah.

Ide dia sangat cool dan unik bahkan aku ingin menulisnya lagi disini. Namun coba tebak? 4 jam terlewat dan aku masih belum selesai 100 kata!

Apakah aku seharusnya menyudahi salah satu hobi yang menyenangkan ini?


Aku tarik kata-kata itu kembali. Karena ada satu artikel diblog ini yang kutulis kilat dalam beberapa menit.

Ya, itu adalah apa yang kutulis 6 hari yang lalu.

Apa yang kutulis disana?

Kubuka dan ingat-ingat kembali. Apa yang membuat artikel itu sangat cepat kutulis?

Hah! aku baru ingat!

Kondisi saat aku menulis artikel itu adalah saat dimana aku mencoba ide software baru yang pikirku bisa mempercepat penulisanku.

Untuk memperjelas: Idenya adalah saat aku menulis, semua paragraf disamarkan, seperti password, sehingga aku tidak mencoba-coba untuk mengedit tulisanku sebelumya saat menulis, yang selalu kulakukan sebelumnya.

Jadi, ide saya bekerja?

Hmm, aku masih belum yakin. Karena seperti yang kujelaskan tadi, saat aku menulis ulang ide Nik, aku membuang waktu cukup lama.

Mengapa?

Aku mengingat-ingat lagi, dan ternyata saat aku menulisnya, aku sambil mengangang-angan. Aku menulis beberapa kata… dan blank.

Aku mengulanginya lagi … dan blank.

DUDE? WHY BLANK?

I’m screwed. Aku tak tahu mengapa pikiranku blank? Mungkin karena….


Ah, tentu saja. Aku terlalu mempersempit pikiran karena semua pikiranku terbatas pada membahas satu artikel.

Yang aku tahu, diriku ini memang tidak suka diperintah ataupun dibatasi yang tentu pada hal yang tidak aku biasa.

Jadi, kembali ke konteks, bagaimana cara mempercepat tulisanku?

Tulisan terakhir sudah cepat, jadi apa yang bisa kuambil dari tulisan terakhir?

Ternyata dibalik ternyata, Tulisan ku cepat karena aku tidak memikirkannya.

Lebih spesifiknya, apa yang aku ucapkan didalam benak langsung aku tulis saja.

Perhatikan lagi kalau aku menulisnya disini. Di software yang kubuat sendiri.

Aku tak bisa melihat tulisan sebelumnya sehingga aku hanya fokus untuk menulis apa yang kuucapkan didalam benak ku secara langsung.

Screenshot (432)

Pada saat tulisan itu selesai, aku edit kostakatanya kembali sehingga enak dibaca.

Baru ini aku menyadari. Inilah style tulisan saya, dan harusnya kugunakan power ini dalam tulisanku di masa mendatang


Lihat apa yang barusan anda baca?

Ya, itulah salah satu contoh cara saya untuk improvisasi menulis.

Nik benar akan satu hal ini: Observasi. Hipotesis. Eksekusi. Ulangi.

Untuk mengkitkatkan skill, aku perlu berpikir problem yang aku punya, cari referensi, buat skenario dan hipotesis yang mungkin bekerja, lakukan, dan lihat hasilnya.

Jika tidak ada perubahan, belajar dari kesalahan itu dan kembali ke langkah 2.

Aku punya problem dalam menulis dan aku ingin memperbaikinya.

Itulah mengapa aku menciptakan software ini.

Alhamdulilah, aku menemukan jawabannya.

Aku tak tahu jika cara yang kutemukan ini juga bekerja pada anda atau memang sudah diterapkan, yang penting pelajaran pertamanya adalah selalu tulis apa yang hati anda ucapkan.

Dengan cara ini, aku hanya perlu 30 menit untuk menulis 530+ kata seperti tulisan ini.

And I Love it! Thanks Nik!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: