>09: 4% dan projek Freeman

30 menit setelah aku putuskan untuk tetap tinggal dirumah setahun akibat mental saya yang sempat down memustuskanku untuk mengeksekusi sebuah ide paling gila yang belum pernah kulakukan sebelumnya: Aku menyebutnya sebagai Project Freeman.

Poin terpenting tentang projek ini adalah aku ingin mencatat apa saja yang kulakukan selama 365 hari penuh liburan sebelum aku masuk perguruan tinggi kembali di tahun depan, dan aku berambisi selama setahun ini aku melakukan apapun yang sebelumnya diluar kemampuanku atau belum pernah kulakukan sebelumnya, atau dengan kata lain aku mencoba untuk melakukan sesuatu berbeda, setiap hari.

Di akhir projek aku ingin membuat sebuah buku, yang mungkin bisa membantu mereka yang juga mengalami kejadian seperti saya. Aku ingin membuktikan kalau berhenti setahun dari alur pendidikan terkadang menjadi pilihan yang lebih baik daripada masuk ke universitas asal-asalan/terpaksa dan tetap ingin mencoba untuk daftar perguruan tinggi lagi di tahun depan (yang justru menjadi pilihan banyak teman saya).

Aku tak ingin membuang sia-sia liburan yang mengambil ~1,2% hidupku dengan hanya terpaku dirumah. Aku ingin hidupku berubah. Aku ingin menguasai semua skill yang bisa kuandalkan di masa mendatang.

Namun bagaimana aku akan melakukannya?

Aku tak tahu, namun James menunjukkan padaku bagaimana dia melakukan trik yang sama: Menjadi 1% lebih baik setiap hari.


Aku tak perlu dramatis untuk hal ini, karena tujuan utama Project Freeman untukku adalah mencari bakat-bakat baru, dan selalu mencoba untuk improvisasi, setiap hari.

Menurutku hidup manusia terbagi menjadi dua situasi:

Situasi Mandiri.

Saat aku dirumah aku tidak ingin aktivitasku kembali ke jaman purba (hanya-tidur-makan-santai-dsb). Setiap hari aku mencoba melakukan salah satu dari kebiasaan berikut:

  • Membaca. Aku ingin terus membaca & belajar di artikel dan Ebooks manapun di internet.
  • Programming. Skill khusus #1 dan aku harus mempunyai setumpuk projek dan berusaha untuk survive.
  • Writing. Entah mengapa aku suka menulis. Menulis menetralkan stres dibalik otakku yang rentan kacau.
  • New skill. Punya selusin bibit untuk skill/aktivitas/hobi baru, Offline (Running, Travel, Cooking, Cleaning, dsb) dan Online (Belajar HTML, Latihan Grammar, Freelance, dsb).

Situasi Sosial.

Aku tahu kita makhluk sosial, dan satu tahun terpaku didalam rumah bukanlah maksud dari projek ini. Setiap hari aku mencoba melakukan salah satu dari kebiasaan berikut:

  • Up to date. Aku harus berkata “Ya” untuk semua interaksi sosial yang positif, dan sesekali memperhatikan trend media sosial/pulsa atau aku kehilangan kesempatan untuk bersosial.
  • Speak up. Aku harus bisa menjadi yang-paling-tahu dan yang-paling-bodoh disaat yang sama. Aku harus berlatih bagaimana cara meneruskan dan berhentikan sebuah percakapan disaat yang tepat atau aku membuat diriku sendiri sangat ceroboh dan lugu.
  • Konsisten. Aku harus keluar dan mencoba untuk beradaptasi dengan banyak orang. Aku harus belajar mana-yang-benar dan mana-yang-salah dan lebih responsif/konsisten/bijak saat memilih sebuah pilihan. Belajar dari kesalahanku saat bersosialiasi adalah salah satunya.
  • Network. Kategori tersulit. Bagaimana mengatasi orang asing, memulai percakapan dan mendapatkan kenalan sebanyak-banyaknya. Hingga sekarang aku masih tahu nol tentang menguasai kebiasaan ini.

Baru 11 hari (4% dari Projek Freeman/365 hari) dan hidupku terasa lebih nyaman dan berbeda:

  1. Situasi mandiri: Aku mendaftar untuk tutorial Web, Aku menemukan blog/sumber bacaan baru, Aku menemukan Ebook Gratis, Aku sering merapikan kamarku sendiri, Aku mencoba kolaburasi projek baru, Aku memulai project volunteer.
  2. Situasi sosial: Aku mulai care tentang pulsa HP saya & melek media sosial, Aku baru tahu mudahnya travel kemana saja dengan kereta, Aku sering hadir diacara bukber bersama, aku baru tahu kalau hang out dengan teman itu jauh lebih menyenangkan.

Setelah menulis ini rasanya aku lebih yakin pada pilihanku, dan aku ingin Projek Freeman terus ada dipikiranku dengan melakukan hal yang berbeda, setiap hari. Aku bisa memikirkan apa saja yang akan kulakukan andaikata sekarang bukan lagi musimnya Ramadhan.


Hanya satu hal yang terus membuatku tidak nyaman tentang projek ini, yakni bagaimana aku mencatat keseharianku sendiri, setiap hari.

Salah satu ideku, karena rata-rata buku mempunyai 8000 kata, maka 8000 ÷ 365 ≈ minimal 200 kata harus ditulis setiap hari. Namun baru 5 hari dan aku menulis +2000 kata, dan menguras lebih dari 10 jam produktif.

Kalau aku tidak menguranginya maka aku tidak lagi enjoy menulisnya. Aku juga berhenti menulis untuk topik lain karena hal itu.

Aku harus berhenti mencatat harianku dengan cara ini, dan berpikir kembali dengan kuatitas yang lebih realistis dan mudah, mungkin seperti 1-2 kata saja untuk satu hari.

Apapun yang terjadi aku tidak boleh melewatkan proses yang satu ini, karena jika aku tak punya niat untuk menulisnya, maka aku kehilangan niat untuk mencoba keluar dari zona nyaman, dan Projek Freeman ini dinyatakan gagal.


Tidak, aku tidak ingin suasana yang dramatis. Artikel ini hanyalah  sebuah reminder untukku. Kalau anda masih belum tahu aku memang sangat susah soal mengatur waktu.

*) Freeman: Orang yang bebas. Quote favorit saya dari 1997 Good Will Hunting: “You’re done, you’re a freeman”. Ending yang mengharukan.

 


UPDATE (30/6): Tentang menulis catatan untuk project ini, inilah hasil akhir bagaimana aku menulisnya:

Untitled2

Sepertinya menaruh gambar sebelum menulis bisa membantu penulis berada dalam topik, kan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: