Revolusi Blog 2017.5

Enam bulan sudah aku berusaha untuk membangun jiwaku untuk menulis. Sekarang aku ingin mereview kembali bagaimana performaku sebagai penulis amatir dan apa saja yang bisa kupelajari:

Statistik

Screenshot (40)

Enam bulan. Enam follower. +30 artikel. +250 views.

Ah, tentu saja, aku sangat berterima kasih pada semua follower yang sudah repot-repot mengeklik tombol follow untuk blog ini, baik secara sengaja maupun iseng. Aku tak tahu bagaimana kalian bisa nyasar ke blog ini namun sekali lagi, thank you soooo much.

Btw, aku tak tahu respon pembaca blog ini akan suka atau tidak, atau memang cuek, gengsi, prihatin, dsb; Namun +250 views dalam enam bulan pertama itu sangat mengangkat selera menulisku kedepan, lebih dari apa yang awalnya kuharapkan. Bandingkan saja dengan statistik tiga bulan yang lalu:

Promosi

Aku aktif memposting di media sosial. Facebook adalah tempat para tetangga dan teman-teman sekitarku nangkring.

Mungkin beberapa bloger akan melakukan seperti yang saya lakukan, memposting hasil tulisan blog ke media sosial, meskipun hannya menarik 1-2 orang saja karena malesnya orang membaca pada umumnya.

Namun aku juga terkejut ketika melihat status ini berhasil menarik 50%+ orang yang menyukainya.

Aku kagum karena dari statistik diatas, bulan ini memecahkan rekor 100 views… dalam setengah bulan, padahal artikel bulan Juli masih ada satu.

Aku masih terliku-liku dengan mencari alasannya, namun okelah, pasti ada satu-dua yang bisa kupelajari dari artikel kontroversial itu.

Desain

Screenshot (478) - Copy
Desain header sebelum renovasi

Minggu lalu aku mencoba cari-cari tema lain yang mungkin lebih cocok dengan seleraku, namun ternyata tidak ada, sudah terbiasa dengan tema hitam-dibawah-putih yang dibagai website ini. Alhasil aku hanya mengganti desain kecilnya saja:

Hapus background headline. Hapus menu sosial media. Hapus widget Instagram. Aku hapus bagian penghias website yang tidak perlu.

Sekarang seharusnya website lebih cepat dan ringan; lagipula kuota internet sekarang mahal-mahal, kan?

Deadline

Kuakui aku memang sulit mengatur waktu, apa lagi mengatur jadwal mempublikasi artikel baru.

Namun jika menarik kesimpulan dari jumlah tulisan yang aku publikasikan, rata-rata aku bisa mempublikasikan 5 artikel dalam sebulan.

Yang berarti aku harus merubah jadwal deadline dari se-mood-saya menjadi setiap minggu.

OK. Setiap mingggu. Aku akan mencobanya, mungkin setiap hari senin, weekend, atau yang lain.

Budaya

Satu hal terakhir yang ingin kurubah adalah salah satu budaya yang kuterapkan pada blog ini.

Ada tiga budaya blog ini yang ingin kurubah dan perjelas. Yang pertama, yaitu budaya yang paling menonjol dari blog ini, seperti yang anda kira: penggunaan index pada setiap judul artikel: @09:, #08:, >07:

Terus kegunaannya apa?

Kegunaannya… Em….

Dulu aku pikir menggunakan index itu terlihat cool dan unik, apalagi sebelum blog ini ada aku menulis memakai facebook menggunakan Tag. Sekarang aku berpikir itu hanyalah men-spam artikel, apalagi ruang judul juga sempit…

Jadi mulai dari artikel ini, aku gak perlu pusing lagi dengan notasi!

Budaya kedua, pembagian kategori. Kali ini pembagian artikel mana untuk kategori yang mana sudah jelas:

DemontrasiKategori

Budaya terakhir, penghematan ruang, karena wordpress versi gratis hanya menyuplai kapasitas max 3 GB per website.

Awal blogging aku skeptik dengan penggunaan gambar di blog ini sehingga awal-awal aku batasi ukuran gambar maksimal 100 KB.

Ah, hal itu membuat kualitas artikel yang sudah buruk lebih parah lagi. Lagian berapa sih penggunaan kapasitas setelah 6 bulan?

Screenshot (41)

Tuh kan, 0.2% per setengah tahun itu cukup buat blogging 200 tahun kedepan, emang bisa aku hidup selama itu?

So, sekali lagi, tak perlu budaya yang aneh-aneh.


Eits. Ada satu lagi, justru yang satu ini berefek besar pada caraku menulis:

Mengambil fakta dari status diatas bahwa aku dulu menahan draft artikel populer tersebut sampai satu minggu. Maka dengan kata lain, bahwa untuk meningkatkan kualitas tulisan, aku harus membekukan draft minimal selama satu hari.

Dengan kata lain lagi, setiap kali satu draft selesai, aku tidak langsung publikasikan, namun dibiarkan hingga esok hari, mungkin sambil membaca banyak hal. Setiap hari aku membaca draft itu kembali, dan memperbaiki kata-kata yang kurang enak dibaca, hingga tak ada lagi yang perlu dirubah, baru menekan Publish.

Aku tak tahu pendapat penulis lain tentang satu ini, namun karena aku ingin menargetkan tulisan seminggu sekali, pastilah setiap tulisan wajib diperhatikan kualitasnya.


Dari semua perubahan metode penulisan (apalagi penghilangan index) rasanya ingin aku rubah lagi tulisan-tulisan dulu.

Tapi ya tak apalah, biarkan sebagai bukti kalau kemampuan menulisku bertambah, kan seperti kata pepatah:

“100 artikel pertama didalam blog akan terlihat sebagai sampah, jadi jangan menyerah!”

Iklan

2 respons untuk ‘Revolusi Blog 2017.5

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: